Save Earth, Go Green With Hidroponik

Tuesday, March 14, 2023

Bio Enzim dari Kulit Jeruk

Dapur selalu memberi sumbangan terbanyak di tong sampah rumah termasuk di antaranya sampah organik entah dari sisa pengolahan makanan berupa potongan sayuran atau kulit buah yang tidak dikonsumsi dan sisa makanan lainnya berakhir di tempat sampah. Sampah organik dari sisa sampah dapur ini dapat dimanfaatkan menjadi Bio Enzim. Sebuah pembaruan penangan sampah yang dikembangkan agar sisa sampah dapur tidak terbuang sia-sia dan dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang baru seperti bio enzim berupa cairan yang banyak kegunaannya.



Apa Bio Enzim itu?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Bio artinya lingkungan dan Enzim adalah molekul protein kompleks yang dihasilkan oleh sel hidup dan bekerja sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia di dalam tubuh makhluk hidup;
-- efektif enzim yang berhasil guna sebagai katalisator dalam berbagai proses kimia dalam tubuh makhluk hidup;
-- ekstraseluler Bio enzim yang dikeluarkan bakteri dan jasad renik lainnya ke dalam bahan di sekelilingnya untuk mencernakan bahan menjadi senyawa sederhana.
Bio Enzim kata yang cukup sederhana tapi begitu berarti. Secara praktikal, bio enzim adalah pemanfaatan enzim dari kulit buah dan sayuran agar bermanfaat bagi lingkungan.
Kita sering mendengar atau membaca tentang bio enzim, bio enzim adalah mengolah enzim dari sampah organik yang biasanya kita buang ke dalam tong sampah bisa digunakan sebagai pengharum ruangan organik. Untuk limbah organiknya sendiri dapat berupa limbah kulit buah-buahan atau bisa juga sayuran. Sangat dianjurkan menggunakan buah yang memiliki aroma wangi seperti jeruk, nanas atau buah lainnya. Seperti yang akan penulis bagikan pada tulisan ini adalah pemanfaatan kulit jeruk sebagai bio enzim.
Bio enzim pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Rosukon Poompanvong yang merupakan pendiri Asosiasi Pertanian Organik di Thailand. Rosukon telah terlibat aktif dalam penelitian enzim selama kurun waktu lebih dari 30 tahun. Ia mendorong orang untuk membuat enzim ramah lingkungan untuk mengurangi pengaruh pemanasan global.
Pengolahan Limbah Bekas Sampah Dapur
Meskipun bio enzim terbuat dari sampah, tetapi bahan yang digunakan untuk membuat bio enzim tidak boleh berasal dari buah ataupun sayuran yang busuk. Hal ini disebabkan buah busuk dapat mempengaruhi aroma yang dihasilkan jika bio enzim akan dibuat menjadi pengharum ruangan. Oleh sebab itu, sampah dapur yang akan kita gunakan harus melalui proses pemilahan limbah terlebih dahulu. Pada proses ini penulis memilih kulit jeruk yang masih segar.
Bio enzim sendiri menggunakan sampah organik (limbah kulit buah-buahan atau sayuran) yang difermentasi dengan tambahan air dan gula. Untuk modifikasinya, menggunakan saccharomyces (ragi) sebagai katalisator agar mempercepat proses fermentasi.
Proses pembuatan bio enzim biasanya membutuhkan waktu minimal tiga bulan. Namun, jika menggunakan ragi hanya akan membutuhkan waktu selama enam hari untuk membuatnya.
Proses Membuat Bio Enzim dari Kulit Jeruk
Bio enzim dapat dengan mudah dibuat. Sebelum membuat bio enzim kita siapkan terlebih dahulu alat dan bahan yang diperlukan.
Proses pembuatan Bio enzim memerlukan alat dan bahan yang harus disediakan
Alat:
Tabung plastik untuk penampungan bahan bio enzim, tabung yang bertutup lebih disarankan untuk mempercepat proses fermentasi. Penggunaan tabung berbahan plastik untuk mengantisipasi penggembungan tabung saat proses fermentasi terutama pada dua minggu pertama.
Timbangan untuk menimbang bahan supaya mendapat formulasi yang tepat.
Bahan:
1. Limbah dapur seperti kulit buah atau sisa sayur, pada tulisan ini penulis menggunakan limbah kulit jeruk.
2. Gula merah, ragi (opsional)
3. Air


Cara Membuat Bio Enzim

1. Pilih kulit jeruk yang masih segar, cacah kasar kulit jeruk untuk mempermudah proses fermentasi.

2. Timbang dan ukur banyaknya bahan dengan perbandingan 1:3:10, terdiri dari 100 gram gula merah dihaluskan, 300 gram kulit jeruk yang sudah dicacah dan 1 liter air.

3. Setelah itu, masukkan semua bahan gula merah, kulit jeruk, dan air ke dalam tabung plastik kemudian aduk sehingga tercampur dengan sempurna.

4. Kemudian, tutup tabung plastik tersebut selama proses fermentasi berlangsung.

5. Saat proses fermentasi, selama dua minggu pertama tutup tabung harus sering dibuka kemudian ditutup kembali untuk mengeluarkan gas metana di dalamnya. Lakukan pembuangan gas ini setiap hari pada dua minggu pertama, selanjutnya bisa ditutup rapat.

6. Simpan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung dan berada pada suhu ruangan normal.

7. Jika pada proses fermentasi terbentuk jamur berwarna hitam, maka proses harus kembali diulang dari awal karena fermentasi seperti ini gagal.

8. Proses pembuatan bio enzim minimal selama tiga bulan, jika berhasil maka bio enzim ini makin lama prosesnya akan lebih baik lagi dan pemakaiannya tidak mengenal masa kadaluarsa.

9. Proses memanen bio enzim dengan cara menyaring cairan yang terbentuk dari proses permentasi.

10. Ampas penyaringan berupa kulit jeruk yang sudah terfermentasi bisa digunakan kembali sebagai starter pembuatan bio enzim berikutnya, dengan cara dicampur dengan sampah organik lainnya atau bisa dimanfaatkan untuk membuat kompos yang berguna untuk menyuburkan dan menjadi campuran pada media tanam.

11. Secara alami pembuatan bio enzim ini baru bisa digunakan atau dipanen setelah berproses selama tiga bulan, namun jika ingin mempercepat proses pembuatannya bisa digunakan ragi baik ragi yang digunakan untuk membuat tapai atau ragi yang dipakai sebagai bahan pembuat kue.

Ketika proses pembuatan bio enzim, ada proses pelepasan gas ozon (O3) yang dapat mengurangi karbondioksida (CO2) di lapisan atmosfer yang mengikat panas di awan. Selain itu, enzim yang dihasilkan dari proses fermentasi ini dapat mengubah amonia menjadi nitrat yang berguna untuk mengurai limbah dan menyuburkan tanaman.

Hasil proses fermentasi dari bio enzim sering digunakan sebagai pembersih yang serbaguna. Selain berguna untuk penyegar ruangan, cairan ini bisa digunakan untuk mencuci piring, pakaian, sebagai pembersih lantai, kaca, digunakan sebagai campuran atau starter pembuatan pupuk kompos, hingga bermanfaat sebagai pengusir hama yang mengganggu tanaman atau serangga kecil yang tidak diinginkan berada di sekitar rumah seperti semut, nyamuk, kecoa, dan lain-lain.

Cara Menggunakan Bio Enzim

Bio Enzim yang kita buat tidak dapat digunakan secara langsung, namun harus diencerkan terlebih dahulu karena cairan hasil fermentasi merupakan cairan yang pekat. Pengenceran bio enzim tergantung kebutuhan.

1. Pencuci buah dan sayur

Larutkan 5 ml bio enzim dengan satu liter air bersih, kemudian diaduk hingga tercampur rata. Lalu gunakan larutan untuk mencuci buah dan sayur yang akan diolah atau dikonsumsi.

2. Pembasmi hama pada tumbuhan

Larutkan 30 ml bio enzim dengan dua liter air bersih, aduk hingga tercampur rata kemudian untuk menggunakannya bisa dengan cara disemprotkan pada daun atau tanaman yang terkena hama. Penulis gunakan untuk membasmi hama ulat pada tanaman sayur.

3. Pembasmi nyamuk atau serangga

Larutkan 30 ml bio enzim dengan satu liter air bersih, aduk hingga tercampur rata kemudian semprotkan pada serangga yang mengganggu seperti semut, kecoa dan nyamuk.

4. Pengharum ruang

Larutkan 15 ml bio enzim dengan satu liter air bersih, aduk hingga tercampur rata kemudian bisa dipercikkan atau disemprotkan ke area yang berbau kurang sedap seperti di kamar mandi atau dimasukkan ke alat penyegar ruang dengan bio enzim sebagai cairan esensial. Jika digunakan untuk pengharum ruang biasanya penulis tambahkan potongan batang sereh pada saat proses fermentasi sehingga beraroma segar.

Dan beberapa fungsi lain dari bio enzim masih penulis uji coba penggunaannya semoga bisa penulis paparkan pada kesempatan lain.

Pemanfaatan limbah dapur dapat merubah pola hidup kita menjadi lebih sehat, lebih tertata dengan membantu mengurangi tumpukan sampah yang kita hasilkan.

Jika bukan kita yang mulai, siapa lagi? Jika tidak dimulai dari sekarang, kapan lagi?

*** Save Earth For Us ***

Popular Posts